
Ketua PGRI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., bertemu dengan Pengurus PGRI Kabupaten Manggarai Barat untuk membahas kondisi guru-guru yang terdampak gempa Flores. Pertemuan ini menjadi bagian dari konsolidasi PGRI untuk melihat kondisi dan kebutuhan para guru setelah bencana. Kamis, (17/09/2026)

Walaupun pertemuan ini dilakukan beberapa waktu setelah gempa, kehadiran Ketua PGRI NTT menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama guru. Perhatian tersebut terutama ditujukan kepada guru-guru yang terdampak di tiga kabupaten di wilayah Manggarai.
Dr. Semuel Haning mengatakan, PGRI harus hadir ketika anggotanya mengalami kesulitan.

“Ini adalah bentuk empati bersama. Duka yang dialami saudara-saudara kita adalah dukacita bersama keluarga besar PGRI,” katanya.
Ketua PGRI Kabupaten Manggarai Barat, Kornelis Joni, S.Fil., bersama para pengurus menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, konsolidasi ini penting agar kondisi guru-guru terdampak dapat diketahui dan mendapat perhatian bersama.
“Kami menyambut baik konsolidasi ini. Harapannya, setelah pertemuan singkat ini ada tindakan nyata yang bisa dilakukan untuk membantu rekan-rekan guru yang terdampak,” ujar Kornelis.

Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga wadah untuk membangun kepedulian dan solidaritas. Dalam situasi bencana, guru membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalankan tugas pendidikan dengan baik. Dari guru untuk guru, kepedulian sederhana dapat menjadi kekuatan untuk bangkit bersama.
