KONFERENSI KERJA KABUPATEN (KONKERKAB) I PGRI MANGGARAI BARAT TAHUN 2026: Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme, Siapkan Program Strategis Masa Bakti 2025–2030

Labuan Bajo, – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Masa Bakti 2025–2030 pada Senin (22/6/2026). Mengusung tema “Memperkuat Soliditas dan Profesionalisme Guru”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi profesi guru tersebut untuk menyusun program kerja yang terukur, transparan, dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa kini.

Konferensi yang dihadiri utusan PGRI cabang se-Kabupaten Manggarai Barat dan jajaran pengurus PGRI Kabupaten Manggarai Barat itu turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Gias, S.Pd., serta Kasi Pendidikan Agama Islam, Kantor Kemenag Manggarai Barat. Seluruh kegiatan didanai melalui kas organisasi PGRI.

Ketua Panitia, Paulinus Rodi, S.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa Konkerkab I merupakan forum strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus merumuskan langkah nyata bagi kemajuan pendidikan di Manggarai Barat.

“Tema yang kami usung adalah Memperkuat Soliditas dan Profesionalisme Guru agar PGRI Manggarai Barat memiliki iklim kerja yang terukur, transparan, dan solid. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir serta kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat dan Bapak Kasi Pendidikan Agama Islam yang telah berkenan hadir bersama kami,” ujarnya.

Profesionalisme Guru Harus Terlihat dari Mutu Peserta Didik

Ketua PGRI Kabupaten Manggarai Barat, Kornelis Joni, dalam sambutannya menegaskan bahwa eksistensi guru tidak cukup hanya diakui secara administratif, tetapi harus dibuktikan melalui kualitas hasil pendidikan yang dirasakan oleh peserta didik.

“Hari ini kita hadir sebagai wujud nyata bahwa guru Manggarai Barat itu ada. Guru profesional itu seperti apa perlu bukti. Dan bukti itu terbaca dari output kualitas murid didik kita,” tegas Kornelis.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus menjadi agenda bersama seluruh guru. Hasil berbagai asesmen pendidikan seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dapat menjadi cerminan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

“Pendidikan yang bermutu perlu diwujudkan melalui koordinasi dan kolaborasi kerja banyak pendidik. Kita juga perlu merefleksikan kesejahteraan guru, kualitas guru, dan perlindungan guru. Melalui konferensi kerja ini kita berbicara tentang program-program yang akan kita jalankan tahun ini,” katanya.

Ia berharap Konkerkab I menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus forum penyusunan program yang mampu menjawab kebutuhan guru dan dunia pendidikan di Manggarai Barat.

Solidaritas dan Profesionalisme Menjadi Kunci Kemajuan Pendidikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Gias, S.Pd., menyebut tema yang diangkat PGRI sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini yang terus mengalami perubahan dan perkembangan.

“Tema yang diusung merupakan tema yang sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Solidaritas dan profesionalisme menjadi dua hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Agustinus berbagi pengalaman selama 25 tahun menjadi guru. Ia menilai organisasi profesi seperti PGRI memiliki peran strategis dalam membangun budaya saling mendukung, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan.

“Guru dapat saling mendukung dan bertukar praktik baik serta bersama mencari solusi dalam berbagai persoalan di dunia pendidikan,” katanya.

Ia juga menyoroti masih banyaknya guru yang belum bergabung dalam organisasi profesi tersebut.

“Sangat disayangkan masih banyak yang belum bergabung ke organisasi ini. Harapannya anggota PGRI dapat menjangkau seluruh jenjang pendidikan di Manggarai Barat melalui pendataan yang lebih baik sehingga PGRI menjadi semakin kuat dalam memperjuangkan nasib guru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agustinus menegaskan bahwa solidaritas harus menjadi fondasi organisasi, sementara profesionalisme harus menjadi budaya kerja setiap guru.

“Solidaritas adalah pilar untuk saling mendukung. Profesionalisme merupakan tuntutan yang harus selalu ditingkatkan. Perubahan kurikulum dan perkembangan digital menuntut guru untuk terus menjadi motivator, inovator, dan teladan bagi peserta didik,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan dan peningkatan profesionalisme harus berjalan seiring demi menghasilkan layanan pendidikan yang berkualitas.

“Jangan kita bertopeng pada kesejahteraan untuk sebuah profesionalisme. Anak adalah dampak dari profesionalisme. Karena itu, guru harus terus menjunjung tinggi kode etik dan martabat profesi,” lanjutnya.

PGRI Diharapkan Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi.

“Guru adalah garda terdepan pendidikan. Karena itu, kami terus mendukung melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pelatihan bagi kepala sekolah dan guru. PGRI harus menjadi mitra strategis pemerintah dan selalu beriringan dengan Dinas Pendidikan,” katanya.

Menutup sambutannya, Agustinus mengajak seluruh peserta Konkerkab menjadikan forum tersebut sebagai ruang evaluasi dan perencanaan yang menghasilkan program kerja yang realistis dan berdampak.

Mari kita menjadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk menjalankan program yang realistis. Konferensi ini harus menjadi ruang evaluasi, perencanaan, dan penguatan PGRI sebagai mitra pemerintah dalam memajukan pendidikan di Manggarai Barat,” pungkasnya.

Meneguhkan Komitmen untuk Pendidikan Bermutu

Konferensi Kerja Kabupaten I PGRI Manggarai Barat Tahun 2026 menjadi tonggak awal pelaksanaan program organisasi pada masa bakti 2025–2030. Melalui semangat soliditas, profesionalisme, dan kolaborasi, PGRI Manggarai Barat diharapkan semakin kuat sebagai rumah bersama para guru dalam memperjuangkan kualitas pendidikan, perlindungan profesi, serta kesejahteraan guru.

Lebih dari sekadar forum organisasi, Konkerkab I menjadi penegasan bahwa guru Manggarai Barat siap bergerak bersama menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman demi masa depan generasi penerus bangsa.

TIM Publikasi PGRI

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top